Harapan Anak, Harapan Ibu
Posted on 19 November 2011.
Tak
ada yang tahu, kapan hidup ini akan berakhir. Ada janin yang sudah
berakhir sebelum sempat dilahirkan. Juga, ada orang yang sudah berusia
80 tahun lebih, tapi masih mampu beraktivitas. Sungguh, tak ada yang
mampu mengakulasikan usia seseorang. Yang jelas, seorang anak berharap
bisa tetap bersama ibunya selama¬lamanya. Demikian juga sebaliknya, sang
ibu berharap bisa tetap bersama anaknya selama-lamanya.
Meski demikian, secara medis, peneliti
Kontrad Lorenz Institute for Ethology, Wiria, Austria, mencoba
menghubungkan antara sering atau tidak seringnya seorang wanita
melahirkan dengan harapan hidupnya. Para peneliti meriset kehidupan kaum
Mormon, di Amerika Serikat. Penelitian itu dilakukan terhadap 21.000
pasangan di Utah yang menikah pada 1860-1895. Responden rata-rata
memiliki – sembilan anak dan enam belas cucu.
Para peneliti itu menyimpulkan, wanita
yang terlalu sering melahirkan akan cenderung menurun daya tahan
hidupnya. Selain karena faktor organ reproduksi, juga di picu oleh
faktor psikis karena sering kesal dan marah menghadapi perilaku anak
sehari¬hari. Untunglah, banyak wanita Indonesia yang justru sudah
merencanakan memiliki anak hanya dua atau tiga orang saja. Dengan
demikian, .mereka, tidak sering. melahirkan dan harapan hidupnya juga
makin lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar