Senin, 02 April 2012

Harapan Anak, Harapan Ibu

Tak ada yang tahu, kapan hidup ini akan berakhir. Ada janin yang sudah berakhir sebelum sempat dilahirkan. Juga, ada orang yang sudah berusia 80 tahun lebih,  tapi masih mampu beraktivitas. Sungguh, tak ada yang mampu mengakulasikan usia seseorang. Yang jelas, seorang anak berharap bisa tetap bersama ibunya selama¬lamanya. Demikian juga sebaliknya, sang ibu berharap bisa tetap bersama anaknya selama-lamanya.
Meski demikian, secara medis, peneliti Kontrad Lorenz Institute for Ethology, Wiria, Austria, mencoba menghubungkan antara sering atau tidak seringnya seorang wanita melahirkan dengan harapan hidupnya. Para peneliti meriset kehidupan kaum Mormon, di Amerika Serikat. Penelitian itu dilakukan terhadap 21.000 pasangan di Utah yang menikah pada 1860-1895. Responden rata-rata memiliki – sembilan anak dan enam belas cucu.
Para peneliti itu menyimpulkan, wanita yang terlalu sering melahirkan akan cenderung menurun daya tahan hidupnya. Selain karena faktor organ reproduksi, juga di picu oleh faktor psikis karena sering kesal dan marah menghadapi perilaku anak sehari¬hari. Untunglah, banyak wanita Indonesia yang justru sudah merencanakan memiliki anak hanya dua atau tiga orang saja. Dengan demikian, .mereka, tidak sering. melahirkan dan harapan hidupnya juga makin lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar